Pentingnya Evaluasi Kurikulum Guna Meningkatkan Sistem Pendidikan di Indonesia

Apa itu evaluasi kurikulum? Secara garis besar evaluasi kurikulum merupakan suatu proses evaluasi pada kurikulum baik yang bersifat mikro atau yang lebih luas. Kurikulum sendiri merupakan suatu bagian dari dunia pendidikan. Dengan kata lain, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan itu sendiri. 

Dapat dikatakan bahwa dengan mengevaluasi kurikulum maka berpotensi meningkatkan keberhasilan kurikulum tersebut. Sehingga melakukan proses evaluasi kurikulum juga termasuk dalam bagian dari evaluasi sistem pendidikan. Umumnya, evaluasi ini dilakukan untuk menghasilkan output dengan pusat perhatiannya ada pada program-program untuk para murid. 

Evaluasi ini juga menjadi bagian terpenting selama proses pengembangan kurikulum. Baik itu untuk pembuatan kurikulum baru, maupun memperbaiki kurikulum yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, proses evaluasi yang tepat dan berkelanjutan juga sangat diperlukan guna mendukung terwujudnya fase pengembangan yang lebih efektif. 

Dari berbagai hasil evaluasi inilah para pihak pengembang dapat mengadakan perbaikan hingga penyesuaian sebelum kurikulum tersebut disebarluaskan. Selama proses evaluasi tersebut juga mempertimbangkan berbagai nilai-nilai dan filosofi pendidikan. Tentunya, untuk menghasilkan kurikulum yang baik harus dipertimbangkan dari berbagai hal.

Seperti yang diketahui bahwa evaluasi kurikulum harus melibatkan banyak pihak demi keberhasilan penerapan kurikulum tersebut. Perbaikan dan pengembangan suatu kurikulum juga melibatkan faktor makro maupun mikro demi terwujudnya kurikulum yang ideal. Di sisi lain, produk dari evaluasi tersebut juga harus bisa berdampak positif pada peserta didik.

Tujuan Evaluasi Kurikulum

Tujuan dari evaluasi kurikulum sendiri berbeda-beda bergantung dengan konsep atau pengertian seseorang mengenai evaluasi tersebut. Ada kalanya tujuan tersebut tercantum dengan jelas di dalam definisinya. Namun, ada kalanya juga tujuan tersebut tidak tercantum di dalam definisinya. Adapun tujuan evaluasi kurikulum secara umum, yakni:

  1. Penyedia informasi mengenai pelaksanaan kurikulum dan masukan ketika menentukan keputusan yang akan diambil.
  2. Penentu tingkat keberhasilan dan juga kegagalan suatu kurikulum serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  3. Pengembang berbagai solusi pemecahan masalah yang bisa digunakan untuk perbaikan kurikulum kedepannya.
  4. Penjelasan karakteristik dari suatu kurikulum yang akan dilaksanakan.

Prinsip-Prinsip Evaluasi Kurikulum

Selain memiliki tujuan, evaluasi kurikulum tentunya juga memiliki prinsip-prinsipnya. Secara umum berikut adalah beberapa prinsip dari evaluasi kurikulum, yaitu:

Memiliki Tujuan

Prinsip pertama, evaluasi kurikulum didasarkan atas tujuan tertentu bahwa setiap program evaluasi terarah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di mana, tujuan-tujuannya akan mengarahkan kegiatan-kegiatan sepanjang proses evaluasi kurikulum tersebut.

Bersifat Objektif

Prinsip kedua, evaluasi kurikulum haruslah bersifat objektif dimana pelaksanaan dan hasil evaluasi harus bersifat objektif pula. Hasil keputusan berpijak pada apa adanya dan bersumber dari data yang nyata dan akurat.

Bersifat Komprehensif

Prinsip ketiga, evaluasi kurikulum bersifat komprehensif yang mana dalam pelaksanaannya evaluasi tersebut mencakup semua dimensi atau aspek-aspek yang terdapat dalam ruang lingkupnya.

Kooperatif

Prinsip yang berikutnya, evaluasi kurikulum harus dilaksanakan secara kooperatif antar seluruh pihak yang terkait. Di mana, keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama.

Efisien

Prinsip selanjutnya, evaluasi kurikulum harus dilaksanakan secara efisien dengan memperhatikan faktor efisiensinya. Khususnya lagi dalam penggunaan waktu, tenaga, biaya, hingga peralatan penunjangnya.

Dilaksanakan Berkesinambungan

Terakhir, prinsip evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkesinambungan di mana  perlu mengingat tuntutan-tuntutan diadakannya perbaikan kurikulum tersebut. 

Psf Diseminasi Praktik

Pendekatan dalam Evaluasi Kurikulum

Evaluasi kurikulum memiliki pendekatan tersendiri dalam pelaksanaannya. Adapun pendekatan-pendekatan dalam evaluasi kurikulum, di antaranya sebagai berikut:

  1. Pendekatan Tradisional

Umumnya, sekolah-sekolah tradisional hanya menekankan pada beberapa mata pelajaran saja. Terutama, mata pelajaran membaca, menulis, dan juga berhitung. Selain itu, penilaian hanya ditunjukkan pada hasil ujian yang sifatnya kecerdasan. Bahkan, usaha untuk memahami murid secara individu hanya dalam hal membaca, menulis, dan berhitung.

Padahal penguasaan berbagai mata pelajaran itulah yang menjadi tujuan dari pendidikan sendiri. Nah, berdasarkan dengan kebijakan umum kurikulum merupakan suatu instrumen yang penting digunakan untuk mencapai tujuan menuju sistem pendidikan yang lebih baik. Maka dari itu, penyusunan kurikulum hingga isinya harus didasarkan atas berbagai pertimbangan.

Selain itu, kurikulum juga harus diterapkan oleh guru-guru melalui kegiatan mengajar di kelas dan menggunakan metode-metode yang masih umum sifatnya. Di dalam pelaksanaannya murid bisa ikut berpartisipasi dan kurikulum dilaksanakan penuh dengan tanggung jawabnya. Dalam pelaksanaannya pun harus bersifat sistematis.

  1. Pendekatan Sistem

Secara umum, pendekatan sistem ini dapat ditafsirkan bahwasannya semua komponen yang ada didalamnya terlibat dalam evaluasi kurikulum. Hal ini termasuk pula semua komponen manusia yang bertanggung jawab di dalamnya. Komponen-komponen evaluasi tersebut terdiri dari masukan, proses, komponen produk, hingga komponen kebutuhan dan fleksibilitas. 

Dengan demikian, keempat komponen tersebut haruslah menjadi landasan dalam pertimbangan evaluasi. Sehingga dapat dibedakan dengan cara menilai kurikulum yang terdahulu. Penilaian kurikulum terdahulu hanya menitik beratkan pada aspek produk atau perubahan perilaku siswanya. Padahal perubahan itu juga bergantung faktor masukannya.

Demikian berbagai pembahasan mengenai evaluasi kurikulum mulai dari pengertiannya, tujuannya, prinsip-prinsipnya, hingga pendekatannya. Semua komponen yang terlibat di dalamnya harus saling diperhatikan agar melahirkan kurikulum yang ideal bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Bagikan ke:

Subscribe Newsletter

Berlangganan berita terbaru, tips, dan kegiatan Putera Sampoerna Foundation